Prodi S1 Farmasi, Kaprodi STIKES Buleleng Benchmarking Ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan akademik, Kaprodi S1 Farmasi STIKES Buleleng, apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm, melakukan kegiatan Benchmarking Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) ke Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari Best Practices dalam penjaminan mutu, pengembangan kurikulum, dan fasilitas laboratorium guna mendukung peningkatan akreditasi program studi. 

Mengapa Benchmarking ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta?

FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipilih sebagai lokasi benchmarking karena memiliki sistem penjaminan mutu yang terakreditasi unggul serta laboratorium farmasi yang lengkap dan modern. Selain itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah berhasil mengintegrasikan pendidikan kesehatan dengan nilai-nilai keislama, memberikan perspektif baru bagi pengembangan pendidikan farmasi di STIKES Buleleng. 

Kami ingin memastikan bahwa program studi Farmasi STIKES Buleleng tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki pengalaman yang sangat baik dalam hal ini, ujar Dekan Fakultas Farmasi, UIN

Fokus Pembelajaran: Sistem PSPPA dan Pengembangan Kurikulum

Selama kunjungan, tim STIKES Buleleng mempelajari beberapa aspek penting, di antaranya: 

1. Sistem Penjaminan Mutu

   – Mekanisme evaluasi internal dan eksternal. 

   – Penyusunan dokumen akreditasi berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan SN-DIKTI (Standar Nasional Pendidikan Tinggi). 

   – Strategi meningkatkan indeks kepuasan mahasiswa dan dosen. 

2. Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi 

   – Integrasi teknologi farmasi terkini dalam pembelajaran. 

   – Kolaborasi dengan industri dan rumah sakit untuk program magang dan penelitian. 

   – Penyusunan outcome-based education (OBE) yang sesuai kebutuhan pasar kerja. 

3. Manajemen Laboratorium dan Riset

   – Pengelolaan laboratorium farmasi klinik dan analisis obat. 

   – Pemanfaatan alat-alat canggih seperti HPLC dan spektrofotometer. 

   – Peluang kerja sama riset antar perguruan tinggi. 

Respons Positif dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dekan FIKES UIN Jakarta menyambut baik kunjungan ini dan berharap dapat terjalin kerja sama lebih lanjut. 

“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman, khususnya dalam penguatan sistem penjaminan mutu. Semoga STIKES Buleleng bisa mengadopsi dan mengadaptasi sistem yang sesuai dengan karakteristik lokal” ungkapnya. 

Langkah STIKES Buleleng Pasca-Benchmarking

Setelah kunjungan ini, STIKES Buleleng berencana untuk: 

✔ Membentuk tim PSPPA khusus untuk mempercepat persiapan akreditasi. 

✔ Mengembangkan kurikulum dengan memasukkan elemen kewirausahaan, pariwisata dan industri farmasi dan digital health. 

✔ Mengajukan bantuan alat laboratorium melalui program hibah Kemenristekdikti. 

✔ Menjalin MoU dengan UIN Jakarta untuk pertukaran dosen dan mahasiswa. 

Dampak Jangka Panjang bagi Mahasiswa dan Masyarakat Buleleng

Dengan peningkatan mutu pendidikan farmasi ini, diharapkan: 

– Lulusan STIKES Buleleng lebih kompetitif di dunia kerja dan mampu bersaing secara nasional. 

– Pelayanan kefarmasian di Buleleng semakin maju dengan adanya tenaga farmasi yang terlatih. 

– Riset obat berbasis lokal bisa dikembangkan, seperti pemanfaatan bahan alam Bali untuk farmasi. 

Benchmarking ini menjadi langkah strategis STIKES Buleleng dalam mewujudkan visinya sebagai institut kesehatan unggulan di Bali Utara. Dengan belajar dari kampus ternama seperti UIN Jakarta, Prodi Farmasi STIKES Buleleng optimis dapat segera meningkatkan akreditasinya dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan. 

KUI_humas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

en_USEnglish
Scroll to Top