
Guna meningkatkan pengetahuan atau capacity building dosen dan mahasiswa, STIKes Buleleng mengadakan Simposium Kesehatan Nasional. Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan acara seminar melalui daring pada hari Jumat, 13 Mei 2022 & Sabtu, 14 Mei 2022 dilanjutkan dengan kegiatan simposium yang merupakan kegiatan diskusi yang melibatkan beberapa pembicara untuk menjelaskan secara singkat ide atau gagasan yang dibuat oleh para peneliti terkait penelitian yang telah dirancang.
Inovasi Kesehatan Berbasis Teknologi dan Terapi Komplementer Menuju Indonesia Sehat adalah tema kegiatan yang tepat diambil oleh panitia pelaksana karena sedang relevan saat ini. Ketua Panitia kegiatan bapak Apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm memberikan sambutannya di awal pembukaan kegiatan seminar, pengantar kata oleh Ibu Luh Yenny Armayanti selaku MC. Kegiatan yang berkelas nasional ini menggunakan dua bahasa yakni penggunaan bahasa inggris dan bahasa indonesia, acara seminar dimoderatori oleh Ns. Kadek Diah Purnamayanti, S.Kep., M.Kep & Ns. I Dewa Ayu Rismayanti, S.Kep., M.Kep, dan seminar dibuka secara resmi melalui zoom meeting oleh Ketua STIKes Buleleng, Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si.
Penyelenggaraan seminar online ini diikuti oleh sekitar 800 peserta baik dari Dosen, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, mahasiswa dan peneliti. Keantusiasan para peserta sangat aktif dalam mengikuti kegiatan rangkaian seminar dengan menambah ilmu pengetahuan melalui diskusi dengan para pembicara yang mengisi materi pada kegiatan seminar tersebut dan pada acara oral presenter yang diikuti oleh beberapa sekolah kesehatan, dimana STIKes Buleleng sebagai tuan rumah dan beberapa lembaga sebagai co host, masing-masing lembaga mengirimkan peserta untuk mengikuti kegiatan oral presenter, terdapat 69 peserta yang mengikuti kegiatan oral presenter ini.
Symposium kesehatan dengan skala nasional ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat menunjang hal suasana akademik di STIKes Buleleng. Kegiatan sejenis ini bukanlah hal yang sulit untuk ditemui di tengah kondisi pandemic COVID 19. Melalui teknologi mampu mewujudkan semuanya, seperti halnya kegiatan webinar atau sejenisnya yang sampai saat ini cukup efektif digunakan sebagai wahana untuk sharing dan berbagi ilmu serta wawasan.
Penyelenggaraan acara seminar menghadirkan dua keynote speaker yakni Elvira L.Urgel, Ph.D (School Of Nursing Centro Escolar University Phillipines) membahas terkait Complementary Therapies In Nursing : Phillipines Best Practice and Inovation dan Reysan S. Cosas, Ph.D (School Of Pharmacy Centro Escolar University Phillipines) membahas terkait Trend and Isues Of Pharmacy Research In The Philippines : Busines and Economic Perspective.
Perkembangan terapi komplementer akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak negara pada masa pandemi, masyarakat yang menggunakan terapi komplemeter memiliki beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah filosofi holistik pada terapi komplementer, yaitu adanya harmoni dalam diri dan promosi kesehatan dalam terapi komplementer. Alasan lainnya karena masyarakat ingin terlibat untuk pengambilan keputusan dalam pengobatan dan peningkatan kualitas hidup dibandingkan sebelumnya.
Pembicara Prof. Dr. Ns. H. Nursalam, M.Nurs (Hons) yang merupakan Guru Besar Keperawatan Universitas Airlangga menyampaikan paparannya mengenai Peran Perawat Dalam Praktik Keperawatan Komplementer yang dapat digunakan di primer tingkat pencegahan.
Pembicara kedua Dr. Ni Komang Yuni Rahyani, S.ST., M.Kes (Dosen Kebidanan Poltekes Denpasar) menyampaikan paparannya mengenai Utilisasi Layanan Tradisional Lingkup KIA/Kespro serta tantangannya, dalam materinya beliau menyampaikan bahwa inti dari komplementer adalah komunikasi dan sentuhan yang dalam bahasa inggrisnya adalah Telling is healing, Touching is healing sangat perlu dilakukan kepada pasien dalam pelaksanaan keperawatan komplementer.
Pembicara ketiga Prof. Dr. Apt. Keri Lestari, M.Si (Ketua Komite Pengendalian COVID-19 & Pemulihan Ekonomi Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Guru Besar bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Unpad) membahas terkait Peran Apoteker dalam Pengembangan Terapi Komplementer Berbasis Herbal, dimana dalam jenis terapi komplementer ini terdapat akupuntur medic yang merupakan metode pengobatan alternative, yang kedua terdapat terapi hiperbalik yang merupakan metode terapi dengan pasien berada disebuah ruangan dan diberikan tekanan oksigen murni, jenis yang ketiga adalah terapi herbal medic yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam.
Simposium bukan hanya dipahami saja tapi harus menjadi implementasi, terbukti dosen dan tenaga pendidik STIKes Buleleng pada hari kedua simposium benar – benar menunjukan sebuah kualitas nasioanal yang perlu dipuji dan sudah langsung di uji terbukti dari pukul 9 pagi panel lumayan ramai dan diskusi lumayan semarak hingga menghasilkan sebuah hasil simposium. Tanpa terasa hari kedua simposium berakhir 15.47 WITA yang diakhiri oleh tampilan profile STIKes Buleleng dengan khas suara tajam yang menginspirasi para pengampu simposium dan peserta simposium yang pada umumnya untuk tidak ragu lagi melihat secara dekat performance STIKes Buleleng baik atmosfir kampus, sarana prasarana, infrastuktur, keramahan, dan kecerdasan para pendidik STIKes Buleleng yang tanpa mengenal lelah untuk menuju kualitas lembaga dan lulusannya di tengah kompetisi serta kompetensi lembaga lainnya di masa pandemi COVID-19. Sepertinya baik peserta dari masing-masing lembaga sudah mulai buka mata akan keberadaan dan strategi yang dikemudikan oleh pimpinan lembaga yang telah pasih menguasai manajemen pendidikan strategi yang dimatangkan dari input kemudian acting output dan outcam seorang figur Dr. Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si yang tajam serta selalu mengintip kemampuan kerja awak lembaganya termasuk elegannya sang ketua simposium yaitu Apt. Iyan Hardiana, S.Farm., M.Farm. Tumbuhkan jiwa bersaing menuju sebuah puncak lembaga STIKes Buleleng dengan pohon visi misi, strategi dan tujuannya dalam neraca analisis SWOT (Mampu secara cerdas membaca kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan baik yang dihadapi di dalam maupun di luar lembaga). Berani mencoba, berani tampil, siap berbenah itulah calon-calon pemimpin masa depan, masa yang terlahir dari diri lembaga hingga membawa kualitas pendidikan di indonesia. Selamat dan sukses STIKes Buleleng, Jaya dan luar biasa.