KESEIMBANGAN CIPTA, RASA DAN KARSA PADA MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA MENCIPTAKAN GENERASI UNGGUL, KREATIF DAN INOVATIF

( Sari Materi Prof.Dr.Ir.I Nyoman Sucipta,M.P dalam Dies Natalis ke-3,Universitas Bali Dwipa, Sabtu 17 Juli 2021)

          Menurut Ki Hajar Dewantara, Merdeka pada sejatinya perkembangan segala pandangan mengenai jiwa merdeka yang harus ditanamkan pada generasi bangsa karena hanya mereka yang berjiwa merdeka yang akan melanjutkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga dalam proses pembelajaran sebelum kemerdekaan, kebebasan kita perlu adanya keseimbangan antara Cipta, Rasa dan Karsa yang disebut dengan Tri Daya yaitu Cipta, Rasa, dan Karsa ini menjadi dasar pada budaya bangsa dengan demikian lembaga pendidikan dapat menciptakan generasi unggul, kreatif dan inofatif.

Generasi unggul dapat diartikan dengan generasi yang lebih baik dan berusaha keras untuk meraih prestasi, generasi yang memiliki kecerdasan karakter yang ada dalam dirinya yang akan berdampak positif untuk dirinya dan lingkungannya. Generasi yang telah mengalami pembentukan rasio secara matang di dalam dirinya sehingga mampu menghadiri setiap prilaku dan moral. Keyakinan ini adalah kemampuan untuk menyelesaikan dalam memberikan kesempatan pada setiap orang untuk berkreasi, untuk memunculkan yang memiliki fungsi.

Berinovatif ini adalah kemampuan dalam mendayagunakan pikiran dan budaya disekeliling kita yang menghasilkan suatu karya yang bermanfaat dan juga mempunyai kemampuan dalam mendayagunakan kemampuan dan keahlianya. Strategi perkembangan pendidikan diantaranya adalah mengenai pandangan, mengenai jiwa merdeka yang harus ditanamkan kepada generasi penerus karena hanya Jiwa merdeka yang dapat melanjutkan kejuaraan di dalam mempertahankan kemerdekaan kita, sehingga pendidikan rasional dibutuhkan pendidikan yang merdeka untuk memperjuangkan kemerdekaaan rasional yang baik secara lahir maupun secara batin. Merdeka berarti sanggup dan kuat berdiri sendiri. Pendidikan adalah suatu usaha untuk memberikan segala kebatinan yang ada dalam hidup rakyat yang berkebudayaan.

Pada  setiap pencerahan tidak hanya pemeliharaan tetapi juga memajukan dan mengembangkan kebudayaan menuju arah kemanusiaaan. Pendidikan merupakan sarana dalam mencapai pembaharuan sehingga harus dipahami bahwa segala kepentingan anak didik, pribadi dan masyarakat jangan sampai meninggalkan kepentingan yang berhubungan dengan kota dan keadaan alam. Dalam melaksanakan pembelajaran terdapat kodrat alam untuk mengetahui ini seseorang perlu memiliki kebersihan diri yaitu sikap yang terdapat pada pola pikir, rasa, kekuatan antara Cipta,Rasa dan Karsa.

Cipta,Rasa dan Karsa sudah akrab sejak dulu ditelinga kita karena ini dimunculkan oleh bapak Presiden mengenai manusia Indoneia yang disebut 3S selaras, serasi dan sejiwa antara Cipta, Rasa dan Karsa digali dengan nilai-nilai luhur bangsa kita dimana 3 komponen ini adalah bagian yang penting dalam hidup untuk mencapai kesuksesan, secara arfiah arti dari ketiga ini Cipta adalah kemampuan dalam pikirin untuk mengadakan sesuatu yang baru dan juga bermakna angan-angan yang berdaya kreatif, rasa ini berkenaan dengan tanggapan hati menganai sesuatu hal. Rasa adalah daya atau kekuatan dari cipta yang menjadi dorongan rasa ini bisa berarti dengan demikian hidayah adalah jiwa kekuatan maha dahsyat yang ada dalam diri kita, kekuatan inilah yang sebenarnya menggerakan setiap aktivitas yang kita lakukan saat kita bangun tidur dan menginjakan kaki di tanah dan saat kita melepas semua. Karsa adalah kehendak/tekad inilah kekuatan yang mengerakan segala cipta dan rasa itu terlaksana.

Makna Tri daya ini merupakan hidup sesungguhnya untuk mengembangkan pendidikan tinggi kemerdekaan dan kesungguhan belajar. Makna dari cipta merupakan berkeinginan menciptakan sesuatu ini membutuhkan kekuatan atau daya cipta keinginan, selanjutnya rasa ini adalah sesuatu yang tercipta dalam pikiran sesuatu yang kita ciptakan seolah olah sudah terwujud dalam atau dapat dirasakan kehadirannya setelah sesuatu tercipta dan disusul dengan prasangka maka dilahirkan dengan rasa yang berupaya jika keinginan tersebut secara nyata sehingga dilihat, disentuh, dimanfaatkan proses penerapan cipta, kekuatan pikiran dan imajinasi pada saat berdoa atau memohon kepada tuhan maka kita harus mengetahui apa yang kita mohonkan sehingga mengalami ketidakmampuan dari doa kita biasanya berdoa dengan hal-hal khusus yang kita ketahui misalnya keinginan. Rasa ini adalah cara menerapkan menggunakan prasangka atau emosi jiwa setelah kita menggunakan daya cipta terhadap keinginan maka dilanjutkan dengan prasangka batin kerasa bermakna keinginan atau kemauan yang kurang apabila dalam tahap cinta dan rasa masih tak kasat mata maka tahap selanjutnya keinginan itu harus diupayakan terwujud.

en_USEnglish
Scroll to Top