Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng pada hari Rabu, 21 April 2021 melaksanakan Rapat Offline dengan Agenda Membahas Kurikulum yang diselenggarakan di Kantin VIP STIKes Buleleng. Dihadiri oleh Ketua Senat, Sekretaris Ketua, Para Wakil Ketua, Para Kaprodi dan masing-masing Sekretaris Divisi dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan di masa Pandemi COVID-19 ini.

Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan lulusan dari Perguruan Tinggi STKes Buleleng bisa terinovasi serta berkolaborasi tidak hanya di ruang lingkup Kampus tetapi bisa menyalurkannya di dunia kerja yang nyata. Terkait Rapat ini dilaksanakan untuk membahas tentang Kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang ditetapkan oleh Pemerintah berdasarkan Permendikbud RI No 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi menyebutkan bahwa Standar Penelitian adalah kriteria minimal tentang sistem Penelitian pada Perguruan Tinggi yang berlaku di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia mengenai hak pemberian otonomi terbatas lembaga kepada mahasiswa untuk dicoba selama 3 semester mengadakan pertukaran pembelajaran/magang/asisten mengajar di luar program studi Ners.

Mahasiswa dan Mahasiswi STIKes Buleleng memiliki hak dalam mengambil matakuliah di luar Program Studi yang di jalaninya sebanyak 3 Semester, yang tentunya memiliki persyaratan-persyaratan baik secara umum maupun khusus yang harus dimiliki atau dijalani oleh mahasiswa dan mahasiswi STIKes Buleleng. Contoh dari persyaratan umum yang harus dimiliki mahasiswa/I tersebut adalah mereka harus terdaftar di PDDIKTI, Mahasiswa/I aktif di Perguruan Tinggi yang sudah Terakreditasi, kemudian untuk pembelajaran 3 Semester ini memiliki kurang lebih 40 SKS yang diakui.

Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini memiliki 8 bentuk pembelajaran yang dimana mahasiswa/i bisa melaksanakan dan tentunya dapat bermanfaat untuk dirinya sendiri, di kampus maupun di luar Kampus. Jadi, mahasiswa/I dapat meningkatkan soft skill dan pengalaman untuk bekerjasama, berkomunikasi, meningkatkan motivasi kepada masyarakat, dengan contoh pada saat Pandemi COVID-19 ini ada beberapa masyarakat yang kurang mematuhi Protokol Kesehatan mengenai hal tersebut sebagai kampus kesehatan, peran mahasiswa kita sudah ikut melaksanakan Edukasi Perubahan Perilaku Kesehatan. Adapun Kesan dan harapan Ketua STIKes Buleleng yaitu “Sudah waktunya kecerdasan intelektual di lembaga ini kita pahami, wujudkan yang dimulai dari kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikiran abstrak, memahami gagasan dengan bahasa yang sederhana, serta selalu merujuk pada kapasitas mental, ikhlas dalam berfikir menterjemahkan.” Nah, dari Keputusan Mentri Pendidikan Kebudayaan No. 3 tahun 2020 sekaligus mampu mendewasakan para mahasiswa ditengah pandemi Covid-19 dengan rajut merdeka belajar di kampus merdeka di kampus STIKES BULELENG TERCINTA.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *