Manawa Dharma Sastra Sloka : 56 “Menyuratkan” “Dimana wanita dihormati, disanalah para Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati, tidak ada upacara suci apapun yang ada akan berpahala”

Kamis, 29 April 2021 ; wanita tangguh Ni Ketut Dari di prabukan di Kremasi Setra Buleleng, Jalan Gajah Mada Singaraja. Keluarga Besar, Ananda, Cucu, Cicit yang puluhan tahun disinari dengan cahaya lilin kasih sayangnya, sontak dengan seragam melangkah pasti, kusuk dengan prosesi menuju pada penyatuan Sang Atma dengan Sangkan Paraning Numadi (Tuhan) hingga nganyut, Prajaphati dan Ngelinggihang dengan wujud sang Pitara.

Kusuk hormat dan penuh doa sebagai ucapan terima kasih kepada beliau ; hingga bisa dan mampu meniknati sebuah kehidupan yang rukun sejahtera, damai, hingga seperti sekarang ini.

Tuntaslah tugas wanita tangguh ini menjalankan misinya yang diturunkan oleh leluhur luwur (Suami yang Gagah Perkasa), mungkin dengan senyum terbata dan syukur mereka sekarang telah bersatu, berangkulan, mendiami dunia lain.

Yang tinggal hanya kenangan yang tersisa adalah cita dan cintanya yang mesti kita lanjutkan dengan sebuah optimisme kedepan. Astungkara.

Sang Manggala Yadnya atas nama keluarga nampak sangat profesional, terbukti prosesi sang wanita tangguh berjalan lancar dengan kemudi, komunikasi, koordinasi padat akan kesempurnaan, meskipun masih terselip kesedihan yang sulit dibendung, apalagi bila hadir kembali di inspirasiku masa-masa akhir hidupnya.

Atas nama Keluarga, kami haturkan Terima Kasih kepada teman-teman yang sudah berkenan hadir mendoakan Ibunda Kami dan Salam Rahayu.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *