Pada hari Ahad, 2 Mei 2021 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Musholla Al Ukhuwah STIKes Buleleng diresmikan oleh Ketua STIKes Buleleng (Dr.Ns. I Made Sundayana, S.Kep., M.Si.) yang dihadiri oleh  Kasi Penis Kemendepag Kabupaten Buleleng (Bapak Haji Lewa Karma M.Pd.), Ketua MUI Kabupaten Buleleng (Bapak Haji. M.Maksum Amin), Ketua YKWK, Para Dosen, HMI Kabupaten Buleleng, dan mahasiswa yang beragama islam kurang lebih 16 orang. Kegiatan pembukaan  sekaligus sholat dan buka puasa di serambi rektornya STIKes Buleleng.

Dalam kata sambutannya Ketua STIkes Buleleng terharu, karena optimisme, pikiran positif dan campur tangan alam. Musholla ini selesai lebih cepat dari rencana. Meyakini bahwa Perguruan tinggi punya otoritas, dan wajib mengedepankan toleransi dalam merdeka belajar di kampus merdeka. Agama sudah pasti mengajarkan yang terbaik, mendadak sontak sorot kedua mata ketua STIKes Buleleng terlihat berkaca – kaca mengingat memorinya ketika beliau berusia 7 tahun sudah mengenal sholat di Cipanas Bogor saat orang tua tercinta bertugas menjadi TNI AD hingga akhirnya pindah ke Bali yang harus butuh penyesuaian diri, lingkungan, kondisi dan situasional yang harus belajar ber Tri Sandhya. Manfaatkanlah tempat suci ini untuk sebuah kejujuran sekaligus penyerahan diri dengan sebuah keyakinan kepada Tuhan untuk kedamaian kita bersama di lembaga ini. Mari kita wujudkan musholla ini sebagai piranti penanaman spiritual. Ditambahkan oleh Ketua MUI Kabupaten Buleleng, STIKes Buleleng dipastikan mampu bersaing, mengingat atmosfer lembaga ini dibangun oleh kecerdasan  intelektual dan spritual oleh Ketua STIKes Buleleng yang juga tokoh panutan inspirasi baik Regional maupun Nasional. Nantinya musholla bisa menjadi tempat kajian keagamaan yang berdampingan dengan Padmasana dan pelataran ruang rektorat. Awal serimonial ini diisi dengan siraman rohani tentang keberadaan,makna serta manfaat sucinya Musholla Al-Ukhuwah di STIKes Buleleng oleh Bapak Haji Lewa Karma, M.Pd. Acara diawali dan diakhiri dengan doa oleh Ketua MUI Kabupaten Buleleng lanjut buka puasa bersama dengan penuh damai, syukur dan kekeluargaan dengan warna serta rasa toleransi. Alangkah indahnya bila tatanan dan warna kehidupan ini di sikapi dengan hati yang jernih, laksana air mengalir, yang nantinya berangsur menyiram api emosi /ego yang terkadang tanpa disadari mengganggu keharmonisan kita.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *