header-int

DR. SUNDAYANA INSPIRASI MEMILIH PURA TIRTA SUDHAMALA DAN PURA KEHEN BANGLI SEBAGAI TEMPAT PROSESI UPANAYANA MAHASISWA BARU STIKES BULELENG (Ketua Parisada Kabupaten Bangli Sampaikan Dharma Wacana)

Rabu, 28 Agu 2019, 08:28:54 WIB - 34 View
Share
DR. SUNDAYANA INSPIRASI MEMILIH PURA TIRTA SUDHAMALA DAN PURA KEHEN BANGLI  SEBAGAI TEMPAT PROSESI UPANAYANA MAHASISWA BARU STIKES BULELENG (Ketua Parisada Kabupaten Bangli Sampaikan Dharma Wacana)

Isa Upanisad (Bagian Weda Sruti), tentang kemuliaan kuasa Tuhan / Ida Sang Hyang Widhi sebagai pengatur makhluk hidup menyuratkan sbb:

 

“AGNE NAYA SUPATHARAYO ASMAN

WISWANI DENA WAYUNANI WIDANAM

YUYUDHI ASMAY YUHURANAM ENO

BHUYISTHAM TO NAMO UKTIM WIDONA”

 

Oh Tuhan kuat laksana api, maha kuasa, tuntunlah kami segala yang hidup kejalan yang baik, segala tingkah laku menunjukkan kepada-Mu, yang bijaksana jauhkan dari jalan tercela yang jatuh dari pada-Mu, baik penghormatan maupun kata-kata hamba lakukan.

 

Sebuah rangkaian upacara upanayana dengan tahapan yang ada dari menyatukan hati, melukat (pembersihan diri) baik dengan deras pancuran membasahi kepala hingga kaki kita, kelapa muda, (kelungah maupun kelapa bulan, sudamala, gading, surya dan mulung), sudah itu mebiakala, hingga pedududas dengan asap dupa yang harum dan seterusnya yang diantar / kawekasang oleh sulinggih.

Ketua STIKes Buleleng Dr. Ns. I Made SUndayana, S.Kep., MSi memberikan petunjuk atau inspirasi kepada panitia, hendaknya upanayana mahasiswa baru tahun ajaran 2019/2020 diselenggarakan di Pura Tirta Sudhamala dan Pura Kehen Bangli. Dan setelah ditutupnya kegiatan pra-PKKMB dan PKKMB 2019, panitia memilih hari baik, kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu 24 Agustus 2019 dengan bus dan mnobil kampus lainnya yang dimiliki.

Dr. Sundayana sangat memahami bahwa Upanayana adalah upacara penyucian peserta didik baru belajar weda (pengetahuan) yang dilakukan oleh seorang guru. Begitu pula kesiapan seorang murid untuk pertama kalinya diterima berguru pada seorang guru / lembaga nantinya guru mampu menguasai dan mengendalikan indria para murid / sisyanya.

Lebih dalam Dr. Sundayana mengungkapkan dalam Manawa Dharma Sastra II.88 disuratkan ; “ ada sebelas macam alat yang mesti dikendalikan : pikiran, alat perasa ( telinga, mata, hidung, kulit, lidah), alat penggerak ; seperti pelepasan, kelamin, tangan, dan mulut”. Begitru pula harus mencari dewasa ayu, karena upanayana ini menuju pada penyucian terhadap diri peserta didik/sisya agar benar-benar bersih dan terang seperti sinarnya bulan purnama.

Saat pelepasan / wisuda para mahasiswa pun dibuatkan upacara yang diberi nama Samawartana, yaitu upacara mengakhiri masa belajar (Brahmacari yang tujuannya untuk memberikan petunjuk, tuntunan tentang pengendalian indriya, berdana punia, dan kesejahteraan umat manusia.

Inilah budaya yang terus terpatri dilembaga STIKes Buleleng karena lembaga kita bergerak dalam bidang pendidikan kesehatan baik bidan, perawat, dan tenaga farmasi. Kata sehat dalam bahasa sansekerta adalah “Swasthya” yang berarti stabil dalam jati diri. Pada waktu alam pikiran bebas dari rasa takut, rasa bersalah, rasa marah, kebencian itu adalah sebuah energy yang dapat menyembuhkan tubuh dari penyakit apapun, karena ada sebuah kekuatan besar dalam kesadaran. Sadari bahwa, kesehatan bukan bebas penyakit, kesehatan adalah keadaan menetap teguh dapal jati diri. Dan kesehatan adalah sebuah ekspesi dinamis dari kehidupan. Ini lah pentingnya dipahami tentang upanayana.

Itulah alasan / inspirasi Dr. Sundayana memilih Pura Tirta Sudhamala dan Pura Kehen yang berada di Desa Cempaga, Kecamatan dan Kabupaten Bangli. Disamping sang pemuput adalah bagian keluarga, Pura Kehen ini memiliki sejarah keterkaitan dengan sejarah Desa Bangli yang termuat dalam prasati no. 75 prasati Pura Kehen C. dan Pura ini telah ada tahun saka antara 804-836 (antara tahun masehi 882-914 masehi) akhir abad IX atau permulan abad X. makna dari kata Kehen adalah Api (menyalakan api untuk sebuah semangat belajar).

Kecerdasan panitia cukup teruji, begitu sampai di Pura Tirta Sudhamala dengan pancoran solasnya, peserta semua melukat kecuali yang cuntaka. Dan jam 11.30 sampailah di Pura Kehen Bangli yang diawali santap siang bersama. Prosesi acara sangat alot dan terasa getaran keyakinan mendalam dengan tahapan yang telah teragendakan oleh panitia dan sulinggih serta sempat diberikan siraman rohani yang mantap oleh Ketua Parisada Kabupaten Bangli. Setelah prosesi seremonial selesai yang dikhiri dengan mejaya-jaya dan parama santi para peserta nampak bahagia karena diberikan kesempatan untuk melihat lebih dekat Desa Wisata Penglipuran Bangli yang sudah terkenal didunia, hingga pukul 15.40 rombongan meluncur kembali kekampus dengan selamat, kurang lebih pukul 18.00 wita. Karena setelah kegiatan spiritual ini beberapa mahasiswa sudah ditunggu dalam menerima matrikulasi sesuai dengan rencana lembaga.

Inilah sebuah pemahaman diri lahir batin dalam satu lembaga dengan selalu menggenggam visioner dibidang kesehatan tanpa menyampingkan rutinitas kegiatan doa dan sembahyang sebagai ucapan syukur serta terimaksih kepada-Nya karena doa dan sembahyang adalah inti sari dan jiwa dari agama. Sembahyang dan doa bukanlah sebuah permintaan, melainkan sebuah kerinduan jiwa. Gandi berucap ; bimbingan dari Tuhan seringkali datang ketika cakrawala mengalami situasi paling gelap. Ucapkan lah bahwa ; badanku adalah pura untuk-Mu. Perbuatanku adalah pengabdian bagi-Mu ucapanku adalah pujian kepada-Mu, pikiranku hanya merenungkan keagungan-Mu.


STIKes Buleleng Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng (STIKes Buleleng) diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Warga Kesehatan (YKWK) Singaraja-Bali. Memiliki 6 Program Studi D3 Kebidanan, S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, Profesi Ners dan Profesi Bidan. STIKes Buleleng beralamat di Jalan Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
© 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Buleleng Follow STIKes Buleleng: Facebook Youtube